Sabtu, 21 Juni 2014

Kota Gaib Wentira

Nama sebenarnya dalam bahasa Kaili adalah Uventira sob, tapi orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan wentira. Dalam bahasa suku Kaili, Uventira berarti "air yang berwarna merah". Kawasan Wentira ini sendiri letaknya di jalan Trans Sulawesi antara kabupaten Parigi Moutong dengan kabupaten Donggala tepatnya di sekitar area Kebun Kopi, terdapat beberapa warung makan, sebuah musholah dan tempat peristirahatan yang terdapat disekitar jembatan wentira. Lokasi ini terlihat biasa-biasa saja, hanya orang-orang yang mampu melihat hal-hal gaib-lah yang bisa melihat kalau ternyata dilokasi itu merupakan pintu gerbang untuk masuk ke kerajaan gaib Wentira.

Jarak Wentira dari kota Palu sekitar kurang lebih 40 km ke arah utara. Konon ceritanya sob, pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, pilot pesawat tempur Belanda dan Jepang pernah melihat hamparan kota megah yang begitu indah dengan gedung-gedung tinggi pencakar langit. Gemerlap kuning keemasan (warna khas wentira) yang letaknya di tengah hutan. Mereka takjub. Itulah kota Wentira :-). 

Menurut cerita orang-orang tua yang pernah saya temui, Untuk masuk ke kota gaib Wentira, tidak perlu memakai mediasi atau perantara seperti menggunakan jasa orang pintar (dukun atau sejenisnya). Ada 3 jalan menuju Wentira: yang pertama, pintu gerbang utama dikelurahan Tavaeli, pintu kedua, ada di lokasi STQ, sedangkan pintu ketiga, ada di Poboya (lokasi tambang emas sekarang). Untuk masuk ke Wentira, tidak sembarangan, hanya yang dikehendaki dan diizinkan oleh penghuni Wentira yang boleh masuk.

Banyak juga cerita warga kota Palu yang menceritakan bahwa warga Wentira sering muncul bahkan di pasar-pasar di kota Palu dan sekitarnya. Kawasan Wentira ini oleh kalangan paranormal di Indonesia, memang dikenal sebagai salah satu wilayah paling angker di seluruh pelosok nusantara.

Mungkin sobat pernah nonton tayangan acara mister tukul yang datang berkunjung ke Wentira beberapa bulan lalu. Di sini seorang ustad melukis tentang keadaan kota wentira ini beserta makhluk penghuninya sob, berikut salah satu lukisannya !!!
















Menurut sang ustad, di Wentira berkumpul hampir semua makhluk astral di dunia ini. Ada yang berasal dari Jawa, Filiphina, Turki, Jepang, dan lain-lain. Masih menurut penerawangan beliau, Wentira memiliki peradaban yang sangat luar biasa dahsyat. Bahkan, kedahsyatannya mengalahkan New York atau negara manapun di dunia ini. Semua makhluknya makmur . Rumah mereka terbuat dari perak dan emas . Konon, di wentira ini dipimpin oleh raja yang berasal dari Jawa.

Penasaran dengan keadaan Wentira sob ? berkunjunglah ke Sulawesi Tengah!!! 

Pabrik Propelan Pertama Di Indonesia

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) baru saja menjadi saksi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama yang dilakukan oleh PT Dahana (Persero) dengan Eurenco dan Roxel yang berasal dari Prancis. Penandatanganan kerjasama ini mengenai pembangunan pabrik propelan di Subang, Jawa Barat.

Untuk kita ketahui bersama sobat, propelan adalah material yang digunakan untuk mendorong (bahasa Inggris: propel) suatu objek. Umumnya proses mendorong ini diakibatkan oleh reaksi kimia. Dalam roket dan amunisi, propelan adalah bahan peledak yang digunakan sebagai pembentuk gas pendorong dalam peluru senjata atau motor roket. Propelan termasuk bahan peledak lemah yang digunakan sebagai bahan isian pendorong pada amunisi.

Keberadaan pabrik ini akan memangkas hampir 100% impor bahan baku amunisi hingga roket.

Selama ini Indonesia masih tergantung produk propelan dari luar negeri. Keberadaan pabrik ini bisa menghemat impor atau devisa dari pembelian propelan Rp 1 triliun per tahun.

"Diharapkan groundbreaking sebelum HUT TNI, ini sebagai kado, sebelum 5 Oktober," kata Silmy saat Konferensi pers di Balai Media, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Dalam kerjasama yang dilakukan Indonesia melalui PT Dahana (Persero) dengan dua perusahaan asal Prancis, yakni Eurenco dan Roxel juga memberikan nilai-nilai strategis terhadap sistem pertahanan yang berbasis teknologi dari kedua negara tersebut.

Tidak hanya itu, dengan kerjasama pembangunan pabrik propelan pertama di Indonesia ini juga membuktikan bahwa Indonesia sudah mulai menjajaki era kemandirian. Pasalnya, selama ini Indonesia 100 persen mengimpor bahan baku amunisi.

"Ini akan menjadi lokal konten, karena propelanenya kita produksi sendiri, kita memberikan pemahaman Indonesia itu memasuki era kemandirian, sudah selesai kita yang namanya membeli barang, kita membangun alat pertahanan bangun sendiri, kita menuju kesana dari sekarang, makanya kita mulai," tukas dia. RI akan Hemat Devisa Rp 1. PT Dahana (Persero) dengan mitra asal Prancis akan membangun pabrik propelan di Subang, Jawa Barat Oktober tahun ini.

"Penghematan bisa signifikan. Kita perkirakan dengan proyeksi kebutuhan itu kurang lebih Rp 1 triliun per tahun," kata Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Badan Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga Silmy Karim saat press conference pembangunan pabrik propelan di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Untuk pembangunan pabruk propelan ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bahan peledak, PT Dahana (Persero) menggandeng perusahaan produsen propelan asal Prancis, Eurenco dan Roxel. Total alokasi anggaran pendirian pabrik sebanyak 400 juta Euro untuk fase I.

Pada produksi tahap awal, Dahana mampu memproduksi nitrogliserin sebanyak 200 ton/tahun, spherical powder sebanyak 400 ton/tahun, propelan double base roket sebanyak 80 ton/tahun dan propelan komposit sebanyak 200 ton/tahun.

Untuk tahap awal, Dahana memproduksi 3 jenis propelan untuk kebutuhan amunisi, roket dan misil.

"Pabrik di Subang, itu milik fasilitas Dahana. Ada 3 jenis propelan akan diproduksi tahap awal yakni amunisi kaliber kecil, roket, dan peluru kendali," sebutnya.

Ide pembangunan pabrik sudah dimulai sejak 2010. Targetnya produksi perdana propelan bisa dilakukan mulai 2018.Dahana Kucurkan 400 Juta EuroBUMN yang bergerak di industri bahan peledak, PT Dahana (Persero) dan dua perusahaan asal Prancis, Eurenco dan Roxel France membangun pabrik propelan atau bahan baku amunisi, roket dan peluru kendali melalui dua tahapan.

Dalam tahap pertama, perseroan akan merogoh investasi senilai 400 juta Euro.

Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pertahanan, Silmy Karim mengatakan, pabrik propelan di Subang, Jawa Barat seluas 50 hektare (ha) akan menghabiskan anggaran lebih dari 400 juta Euro.

Namun sayang, dia mengaku belum menghitung secara pasti total kebutuhan investasi pembangunan pabrik propelan yang rencananya akan dilalui dalam dua tahapan. "Investasi untuk tahap awal 400 juta ruro, tapi kalau keseluruhannya belum kami hitung," ungkap Silmy di Balai Media Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Lebih jauh Silmy menuturkan, investasi tersebut bukan berasal dari anggaran Kementerian Pertahanan, melainkan dipenuhi dari Dahana serta dua perusahaan asing tersebut.

"Anggarannya dari Dahana, dua perusahaan Prancis dan pinjaman perbankan. Porsinya 51% dari Dahana dan konsorsium Roxcel serta Eurenco 49%," tambahnya.

Pabrik propelan, kata dia, akan berdiri di areal lahan seluas 50 ha. Melalui proses dua tahap, pabrik propelan bakal memproduksi tujuh jenis produk. Namun di tahap awal untuk pembuatan amunisi, Dahana akan produksi tiga jenis, yakni peluru, roket, peluru kendali, propelan untuk amunisi kaliber kecil, menengah dan besar.

Pabrik propelan, diharapkan Silmy mampu memenuhi kebutuhan propelan di Indonesia dengan kemampuan produksi antara lain nitrogliserin sebanyak 200 ton per tahun, sperical powder 400 ton per tahun, propelan double base roket 80 ton per tahun dan propelan komposit 200 ton per tahun.

"Ground breaking pabrik mudah-mudahan bisa dilakukan sebelum HUT TNI 5 Oktober tahun ini. Pabrik ini akan jadi kado buat TNI. Dan diharapkan mulai produksi di 2018 dengan kisaran waktu penyelesaian pembangunan 40-50 bulan," terang dia.

Sementara itu, Direktur Utama Dahana, F Harry Sampurno menambahkan, kapasitas produksi bahan baku peledak ini sebanyak 1.500 ton per tahun. Kawasan Dahana di Subang, lanjutnya, sudah didesain untuk pembangunan pabrik propelan sejak 20 tahun lalu. Namun baru dapat terealisasi tahun ini.

"Kapasitasnya cukup untuk memenuhi kebutuhan Indonesia lima tahun ke depan sesuai rencana strategis yang ditetapkan Kementerian Pertahanan," tandasnya.

Minggu, 01 Juni 2014

Sekilas Tentang Android

Sistem operasi Android tidak disangkal sudah menjadi pemain utama dalam perkembangan smartphone maupun gadget pintar di dunia. Berdasarkan survey yang dilakukan Strategy Analytics, Android sukses menguasai 65,8 persen penjualan tablet dunia pada kuartal pertama tahun ini. Presentase itu meningkat dari penjulan tahun lalu yang hanya mencapai 53 persen. 


Mungkin masih ada sebagian orang yang bertanya, apa sih Android ? Android adalah sistem operasi yang digunakan di smartphone dan juga tablet PC. Fungsinya sama seperti sistem operasi Symbian di Nokia, iOS di Apple dan BlackBerry OS. Andy Rubin adalah orang yang pertama kali mengembangkan sistem operasi Android, dan pada tahun 2005 Google mengakuisisi perusahaan pengembang Android dengan harga USD 50 juta

Ponsel Android pertama mulai dijual pada bulan Oktober 2008. Versi Android dikembangkan berdasarkan makanan pencuci mulut dan makanan manis, yakni Cupcake, Donut, Eclair, Froyo, Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich, Jelly Bean, dan KitKat. Dan Pernahkah Anda memperhatikan nama-nama seri sistem Android tersebut? Jika Anda jeli, ada yang menarik dari nama-nama tersebut. Semuanya urut secara alfabet! Dan ternyata Google sengaja melakukannya hanya agar lebih terkesan menyenangkan.


Kelebihan Android dari sisi teknologi dan support aplikasi serta kehandalannya memang cukup banyak. Android terkenal dengan kemampuan processor dan kecanggihan fiturnya. Salah satu kelebihan ini adalah kemampuan menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan. Sebagai contoh adalah menjalankan pemutar musik dan facebook secara bersamaan. Jika menyukai game dan berbagai aplikasi lainnya, Android merupakan pilihan terbaik. Selain itu Widget di halaman depan dapat membantu pengguna dalam memilih berbagai dan mengakses menu atau aplikasi penting lainnya di perangkat Android dengan mudah. Pilihan themes/tema untuk sistem operasi ini sangat banyak dengan tampilan dan corak yang sangat menawan dan tidak membosankan. Android Bersifat open source Artinya sistem operasi ini bebas digunakan secara luas.

Berbagai perangkat mobile banyak menggunakan Android sebagai base sistem operasinya. Jadi hal ini juga menjadi salah satu keuntungan karena pengguna dapat memilih kualitas perangkat yang sesuai dengan harganya yang dapat disesuaikan dengan kantong. "_"